Sunday, September 27, 2009

PESAN SANG INTELEK YANG SEDAR

PESAN SANG INTELEK YANG SEDAR …..bahwa janganlah kau menyembah ilmu.

Dulu di Zaman Pertengahan (sebelum abad 16, 17 dan 18) dunia barat dikuasai oleh kelas atasan yang merupakan intelek yang beragama (paderi-paderi kristian) dan memimpin masyarakat kearah penyembahan kepada Tuhan.

Masyarakat bawahan mengikut intelek yang memimpinnya dengan menyembah Tuhan.

Dua (2) faktor besar telah merubah sejarah…..

1) kelemahan kandungan2 ajaran kristian yang telah diubah2 sehingga gulongan paderi sering kehilangan pengaruh.

2) Munculnya pemikir2 besar seperti Kepler dan Galileo yang jenius melawan intelek2 religius yang menguasai, namun pemikiran mereka ditentang pada awalnya dan perlahan2 diterima setelah beberapa lama, menjadi aliran pemikiran kaum terpelajar di masa depan.


Gulongan baru ini berjaya menyingkir intelek religius sebelumnya dari masyarakat. Jiwa mereka (gulongan terpelajar baru) mempunyai kekuatan. Mereka berjaya menguasai masyarakat bawahan. Tetapi mereka menyembah ilmu pengetahuan bukan Tuhan.

Menurut hukum ini umumnya kaum terpelajar tidak semestinya bersifat religius !
Sebaliknya di Zaman Pertengahan kaum intelek semuanya religius.

Agama hanya menjadi milik kaum awam. Landasan penyembahan kaum terpelajar adalah penyembahan ilmu pengetahuan. Mereka hanya percaya kepada sesuatu yang mereka fikir dan capai melalui ilmu pengetahuan dan pengalaman. Mereka tidak begitu menerima hal-hal yang tidak dapat dicapai melalui ilmu pengetahuan dan pengalaman walaupun ada didalam kitab2 suci.

Gulongan terpelajar semakin dekat menuju dasar dan prinsip penyembahan ilmu pengetahuan dan semakin jauh dari agama juga semakin jauh dari masyarakat awam.

Malangnya kita mengikut barat dalam banyak hal. Kemunculan gulongan terpelajar kita yang tidak religius dan menyembah ilmu pengetahuan tidak terkecuali menduduki tingkat teratas dalam struktur masyarakat kita. Budaya kita kini menyembah CEO, ilmu2 dan pengaruh2nya untuk menangani semua masaalah dan kemajuan yang kita capai.

Memang kaum terpelajar kita beribadah dan bersembahyang tetapi dalam seluruh kehidupannya mereka menyembah ilmu pengetahuan yang dianggap agung dan bukan menyembah Tuhan.

Jikalau mereka membuat sesuatu analisis pun mereka mengutamakan keagungan/kehebatan ilmu2 itu bukan Tuhan, Kebenaran dan Hakikat2 yang ternyata jika di kaji sepenuhnya.

Ambil contoh mudah : Jika ditawarkan suatu thesis tentang peristiwa “Ghadeer Khum”…..

Belum tentu kaum intelek kita dapat menaganinya, kebenarannya, keabsahannya dan keterlindungannya didalam lipatan sejarah yang telah disembunyikan lebih dari seribu tahun. Mengapa terjadi demikian sukar…?

Kerana ini adalah “berurusan dengan Allah”, “Arahan Allah”, “kebenaran”, dan “hidayah yang perlu dipohon”. Bukan semata-mata intelektualism dan kajian….

Kerana itulah menyembah Allah dan menyembah ilmu pengetahuan adalah dua keadaan yang jauh berbeza tetapi dilihat hampir2 sama menuju Allah.

Wahai Tuhan… bimbinglah kami pada perkara2 yang jauh dari jangkauan kami…..

Selamat menyelamatkan diri…
Salaam.
Ibnu Sa’eed.

Monday, August 24, 2009

Suatu Hari...

Suatu Hari di Ghadir Khum...


Salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam pada masa sebelum wafat Rasulullah SAAW adalah peristiwa Ghadir Khum. Peristiwa Ghadir Khum termasuk riwayat mutawatir (1). Dalam hadits Ghadir Khum, setelah haji wada (haji terakhir), Rasulullah menghentikan perjalanan para sahabatnya yang sudah hampir pulang ke rumahnya masing-masing di suatu tempat yang bernama Khum (antara Makah dan Madinah). Sebelumnya, dalam perjalanan dari Makah ke Madinah, Jibril turun dan mangatakan ”Hai Rasul, sampaikanlah!”. Rasulullah tidak langsung menyampaikan, melainkan mencari situasi dan waktu yang tepat untuk menyampaikan perintah Allah tersebut. Tidak lama kemudian Jibril turun kembali dan mengatakan,”Hai Rasul, sampaikanlah!” dan Rasulullah tetap belum menyampaikannya. Kemudian Jibril turun untuk ketiga kalinya dengan membawa ayat sebagai berikut :

Al Maaidah (QS5:67)
“Wahai Rasul, sampaikanlah (balligh) apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu dari Tuhanmu. Jika tidak engkau lakukan maka engkau tidak menjalankan risalah-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir “

Apabila kita perhatikan bahasa Arab ayat di atas, Allah menggunakan kata balligh (sampaikan!), yang menunjukkan perintah Allah yang sifatnya memaksa. Hal ini tentunya menunjukkan betapa pentingnya perintah “penyampaian” dalam ayat tersebut. Oleh karena itu ayat ini juga disebut ayat tabligh.

Pentingnya hal yang perlu disampaikan tersebut juga tergambarkan pada bagian akhir ayat, di mana terdapat ancaman Allah jika Rasul tidak mengerjakan perintah tersebut. Dalam ancaman tersebut seolah-olah perjuangan Nabi selama 23 tahun tidak ada artinya, atau sia sia, jika tidak menyampaikan suatu “hal”. Penundaan penyampaian yang dilakukan oleh Rasulullah tentulah didasari oleh adanya kekhawatiran dalam pikiran Rasulullah mengenai kemampuan ummatnya untuk menerima dan menjalankan perintah yang disampaikannya. Oleh karenanya Rasulullah mencari strategi bagaimana agar tidak ada alasan bagi ummat untuk menolak. Ayat di atas juga menyebutkan bahwa Allah, selain memberikan perintah kepada Rasulullah untuk menyampaikan suatu “hal” tersebut, juga memberikan jaminan berupa penjagaan kepada Rasulullah atas gangguan manusia.(2)

Dengan demikian, terdapat 3 hal penting pada ayat ini, yaitu:
1. Nabi diperintahkan untuk menyampaikan sesuatu hal yang penting
2. Allah menjaga Rasulullah dari gangguan manusia
3. Impak dari orang-orang yang tidak menerima apa yang disampaikan oleh Rasulullah

Lalu bagaimanakah isi tafsir atas ayat tabligh di atas? Sebagaimana perbedaan penafsiran yang sering kali terjadi, sebagian kecil tafsir menyebutkan bahwa ayat tabligh tersebut turun di Madinah, yaitu ketika Rasulullah diperintahkan untuk menyampaikan ajaran Islam kepada orang-orang Yahudi. Apabila kita analisa tafsir tersebut, perlu kita ingat bahwa Rasulullah semenjak hijrah dari kota Mekkah, telah tinggal selama 10 tahun di kota Madinah.

Selama Rasulullah berada di Madinah tersebut, bukankah sudah ada orang orang Yahudi? Lalu kenapa baru sekarang Allah memerintahkan Rasulullah untuk menyampaikan Islam kepada mereka? Kenapa pada saat-saat terakhir sebelum Rasullah meninggal, barulah Allah mengancam Rasulullah untuk menyampaikan Islam kepada Yahudi? Berdasarkan logika dan pemahaman kita tentang sejarah Islam, tentulah kita dapat menilai bahwa tafsir ini tidak tepat dan sama sekali tidak berdasar.

Kembali kepada peristiwa Ghadir Khum. Setelah Rasulullah memerintahkan sahabat-sahabatnya untuk berhenti, kemudian Rasulullah memerintahkan untuk menumpuk batu hingga menjadi sebuah mimbar. Kemudian Rasulullah naik ke atas mimbar tersebut dan memberikan ceramah kepada 120 ribu sahabat. Jumlah pendengar yang sangat banyak inilah yang menyebabkan riwayat ini bukan hanya shoheh, tetapi mutawatir. Dalam ceramahnya Rasulullah dengan sangat terperinci menjelaskan kepemimpinan setelah beliau. Beliau mengatakan “Man kuntu maula fa Aliyyun maula (Siapa yang menjadikan aku sebagai pemimpinnya maka Ali adalah pemimpinnya setelah aku).”

Sekian dan Selamat Meneruskan KAJIAN..

Salaam

Tuesday, August 11, 2009

WASYI NABI... istilah yang sangat asing pada kita

Suatu perkara telah menuntut untuk dijadikan "Kajian". WASYI NABI.
Wasyi perkataan arab yang membawa maksud penerima wasiat, penyambung semua urusan2 kenabian dan kepimpinan terhadap umat yang ditinggalkannya.

Dirawayatkan bahawa Nabi Sulaiman as ketika wafatnya telah meninggalkan empayar pemerintahan yang sangat besar. Beliau juga meninggalkan seorang "wasyi" yang bernama Ashif Bin Barkhia (Beliau terkenal seorang yang dapat membawa istana Ratu Balqis sekelip mata dihadapan Nabi Sulaiman, seperti yang disebut kisahnya di dalam Al-Quran). Namun malangnya Umat Yahudi yang dominan telah melarikan kepimpinan dari "wasyi nabi" itu "bila wafat nabi" dan meletakkan kekuasaan kepada orang lain yang menjadi musuh Nabi Sulaiman as semasa beliau hidup. Terdapat juga satu gulongan yang melantik anak Nabi Sulaiman as sebagai pemimpin mereka. Maka terjadilah punca pertelingkahan dalaman bangsa yahudi yang membawa kehancuran empayar mereka pada hal "wasyi nabi" yang dipilih Allah melalui isyarat Nabi Sulaiman as sudah jelas terpilih. Berulanglah sejarah manusia mengenepikan pilihan Allah dalam hidup mereka lalu berkembanglah penyelewengan2 bangsa yahudi yang telah meninggalkan "wasyi nabi"...

Mereka telah diserang oleh kuasa2 luar diantaranya kerajaan Mesir, Babilonia, Persia, Romawi dan Islam. Akhirnya bangsa yahudi bertebaran di merata pelusuk dunia dan kini mereka cuba untuk kembali dengan menegakkan negara Israel untuk mengulangi kegemilangan empayar mereka. Di sepanjang sejarah itu gulungan yang mengikut "wasyi nabi" meneruskan kepatuhan mereka demi menjaga kesucian agama dan arahan Allah sehingga bertemu nabi2 lain - Nabi Zakaria as, Nabi Yahya as (yang disembelih oleh gulongan penentangnya) dan wasyi2 seterusnya sehinggalah mereka mengikuti isyarat2 kitab mereka bahawa jaluran Nabi dan wasyi akan mengalir seterusnya dari Bani Ismail as (anak Nabi Ibrahim as) yang akan melahirkan "Nabi Terakhir" dan "Penyelamat Akhir Zaman" yang disepakati pengikut ajaran langit yang asli dan umat Islam sebagai "Al-Mahdi".


Pada peristiwa seterusnya di zaman Nabi Isa as yang telah cuba dibunuh oleh umatnya. Beliau telah meninggalkan "wasyi" dari kalangan Hawariyyun untuk di patuhi dan dijadikan pemimpin selepasnya. Namun bangsa nasrani pula sekali lagi mengulangi sejarah mengenepikan "wasyi nabi" demi merebut kekuasaan keatas umat. Maka berlakulah perkembangan2 selanjutnya mereka mencipta tamaddun dan penyebaran ilmu2 dalam keadaan mereka meninggalkan "wasyi" yang telah dilantik oleh nabi.

Suatu kajian terperinci perlu dibuat tentang karakter-karakter umat dan kesannya, hasil dari merebut kekuasaan dari "wasyi nabi" supaya tidak menjadi pemimpin umat, menyisihkan mereka lalu dominasi dari segenap segi, penyebaran ilmu dan manipulasi dalam masyarakat menyebabkan umat tidak mendapat akses kepada jaluran langit yang dibawa oleh "wasyi nabi".

Seringkali berlaku tiada konsistensi ilmu dan maklumat langit yang berlaku pada umat apabila jaluran2 "wasyi nabi" di sisihkan kerena merekalah pemegang sebenar ilmu dan maklumat2 tersebut yang diwarisi dari nabi.

Sekian dulu... selamat mengkaji.
Salaam.

Tuesday, August 4, 2009

KAJIAN DEMI KAJIAN

Salaam,
Alhamdulillah Wabihi nasta'een.

Melalui kata "kajian" terlalu banyak perkara yang perlu dimasukan ke dalam skop ini. Perkara-perkara yang belum diketahui , sedang dianalisa (belum dirumus) juga termasuk perkara yang sudah dianggap maklum tetapi masih ada kemungkinan tersalah informasi atau salah interpretasi masih termasuk dalam gelanggang pengkajian.

Sepanjang sejarah bukti telah jelas menunjukan rantaian maklumat melalui Nabi-nabi adalah dianggap paling meyakinkan dan tidak dapat dipatahkan hujah2nya kerana kebenaran terbukti melalui mukjizat ayat2 wahyu Allah (kiatb2 dan AL-Quran), Hadis2, catitan sejarah, logika yang sahih jika didebatkan dan rantaian hubungan informasi "link / information flow" yang tidak dapat digugat kebenarannya.

Dahulu umat Yahudi telah meletakkan posisi Nabi Ismail diganti Nabi Isyak, menyebabkan mereka telah hilang konsistensi maklumat(yakni maksud2 wahyu dari kitab Taurat) yang telah jelas mengisyaratkan tentang "Nabi Terakhir" melalui jaluran Nabi Ismail bukan jaluran Nabi Isyak. Begitu juga maklumat2 tentang kelahiran "Sang Penyelamat Akhir Zaman" yang diisyaratkan dalam kitab mereka akan juga lahir dari jaluran keturunan "Nabi Terakhir".

Akibatnya mereka terpaksa meletakan posisi2 itu kepada watak2 lain seperti yang berlaku kepada Nabi Isyhak dan Nabi Ismail. Mereka seperti sedang menunggu di sungai kering yang alirannya sudah beralih kepada Nabi Ismail. Tidak akan ada aliran "Sang Mesiah" penyelamat akhir zaman melalui aliran "sungai kering" itu, kerana "sang penyelamat" itu adalah
"Al-Mahdi" mengalir dari keturunan Nabi Muhammad "Nabi Terakhir" yang kedua2nya sudah diisyaratkan dalam kitab mereka.

Fenomena ini juga berlaku kepada Umat Kristian dengan meletakan posisi "Nabi Akhir" kepada watak Nabi Isa dan "Sang Mesiah - penyelamat" kata mereka adalah Nabi Isa kedua yang akan menyelamatkan dunia di akhir zaman.

Diatas tapak ini, iaitu "Memililh Satu2 Jaluran" atau "Berada Diatas Satu2 Jalan/Keyakinan" relevannya kita menguji kembali atau sentiasa menguji....... jalan, jaluran, pandangan atau mazhab yang kita sedang dukungi dengan menganalisa sepenuhnya isyarat2 Al-Quran, Hadis dan catatan sejarah yang sama mencabar jika dibandingkan dengan sistem maklumat yang ada di pihak umat yahudi dan kristian di zaman mereka. Aqal yang sohih dan logika semulajadi anugerah Allah akan dapat menganalisa dan merumuskan hasil-hasil kajian asalkan kajian adalah sedalam2 dan sebebas-bebasnya...

Semoga Allah akan membantu dan membimbing kita melalui fasa ujian dunia yang hebat dan kekalutan pandangan antara kepelbagaian mazhab islam yang sangat mencabar ini dan akhirnya bertemu juga dengan cahaya Muhammad yang suci dan benar itu....

Wahai Allah dan Nabi temukankanlah kami (sentiasa) dengan Agamamu yang sebenar... Ameen.

Wassalaam.
Zulsaid untuk KAJIAN.

Monday, April 27, 2009

"Self Learning" dan Kajian seterusnya..

Assalaamu 'alaikum dan Salaam sejahtera.

Sahabat yang sudah mengikuti perbincangan "nahu arab" samaada dengan belajar bersemuka atau melalui nota2, buku2,video dan blog, sebaiknya menggunakan @ "apply" apa yang telah dipelajari dengan menelusuri al-Quran, kitab2 arab atau sebarang pembacaan bahasa arab.

Amat jarang sekali pelajar (informal) yang cuba menggunakan apa yang telah dipelajarinya dengan membuat latihan, menterjemah atau mengarang ayat2 dalam bahasa arab bagi topik2 yang baru dipelajarinya. Hasilnya ilmu alat ini tidak mantap atau hilang begitu sahaja.

Antara jalan pintasnya supaya tidak tersia, carikan bahan2 mudah, atau ayat2 mudah dalam al-Quran yang melibatkan topik2 atau komponen nahu yang sudah dipelajari dan teruskan budaya ini (application) yang merupakan matlamat ilmu alat itu (yakni bahasa arab).

Kalau ada guru/rakan mahir bahasa arab yang membantu akan lebih efektif dan cepat.... selamat meneruskan cabaran menguasai bahasa arab....

Ringkasnya "Self Learning" masih merupakan kekuatan untuk penguasaan sepenuhnya. Begitu juga dalam proses untuk menggunakan kekuatan bahasa arab bagi memahami maksud al-Quran yang tepat memerlukan guru, sikap mencintai kajian untuk memilih kebenaran dan tentunya doa serta bimbingan Allah merupakan komponen yang dapat melepaskan kita dari kegawatan kepelbagaian fahaman-fahaman dan sumber2 ilmu dalam islam..... hanya Allah yang dapat menolong, maka pohonlah sepenuh ikhlas padanya supaya dibukakan hijab2 yang mengelirukan... semoga terus mengkaji.... Wassalaam.

Tuesday, June 3, 2008

START-UP "SIMPLIFIED ARABIC GRAMMAR"

Assalaamu'alaikum..

Alhamdulillah Wa bihi Nasta'een. Saudara Rafi'ei sudah bersedia dengan buku text David Cowan, kita terus kepada perbincangan.


Untuk permulaan ada 6 perkara yang mesti dilakukan sepanjang proses pembelajaran.

1. Pelajar mesti boleh menulis Arab dahulu sebelum memulakan Lesson 1. (Jika belum mahir
sila lihat muka 1 (The Arabic Alphabet), fokus kepada kemahiran menyambung huruf. Perhatikan kepada sambungan/ekor seperti huruf "Saad" bila ditengah.

2. Lesson mesti di lalui mengikut turutannya.

3. Transcription (ejaan dlm english utk memudahkan sebutan) akan diberikan sehingga
Lesson 10. Bererti pelajar mesti cepat boleh membaca terus dari tulisan Arab (tanpa melihat transcription lagi).

4. Pelajar mesti ada 3 buku nota.

i) Buku 1 - nota pelajaran, contoh2 perkataan@ayat dan latihan2 mengikut lesson.
ii) Buku 2 - vocab "alphabetically index" untuk menulis setiap perkataan baru yang
diambil dari lesson dengan maknanya (dlm BM atau BI)
iii) Buku 3 - vocab "alphabetically index" untuk menulis "paradigms of verbs" iaitu
pengembangan kata perbuatan "fi'il" (conjugation of verbs) - akan diterangkan dan
digunakan bila sampai lesson 8.

5. Pelajar mesti menulis latihan2 mengikut lesson dan bahan2 yang beliau kumpulkan.
Semua tulisan Arab yang ditulis semula dari contoh2 @ latihan2 mesti tanpa baris. Ini akan
melatih pelajar kemahiran membaca tanpa baris seperti kitab2 dan manuscript2.

6. Pelajar akan diperkenalkan dengan sebuah kamus istimewa bila sampai lesson 8. Ini akan memudahkannya mencari maksud semua perkataan Arab hanya dgn mengetahui "pattern"
sahaja.

Jika perancangan seperti di atas diikuti dengan betul pelajar akan memperolehi kemahiran Bahasa Arab yang baik dan boleh terus berjalan dengan sendiri "self learning in Mastering Arabic".

Pengalaman kami telah membuktikan dengan fokus, komitmen berterusan sehingga habis Lesson 14, pelajar sudah memperolehi skil "Arabic Grammar" yang menakjubkan.


Sekian dulu, sila respond kepada keenam2 perancangan di atas untuk perbincangan selanjutnya. Jika gagal respond pada comment, sila hantar ke zulmsa@gmail.com

Wassalaam.

Zulsaid.

Tuesday, May 27, 2008

Sudahkah bersedia dengan buku text yang dimaksudkan??

Saudara2 yang budiman.. Assalaamu'alaikum.. sudahkah anda mendapatkan buku "An Introducton to Modern Literary Arabic" by David Cowan. Kalau sudah sila respond di comments dan kita boleh mulakan kelas.. kalau belum sila respond juga untuk update status.

Anyway kalau susah untuk dapatkan ori copy, saya ada satu naskah yang boleh diphotostat dan dihantarkan dengan post... just a suggestion.

Wassalaam.
zul